22 July 2015

Pembaharuan Pasport

Info penting mengenai pembaharuan pasport.

Kepada khayalak ramai diberitahukan bahwa format Paspor RI mulai awal bln September 2015 mengalami perubahan yg sgt signifikan.
Yakni tdk adanya lagi halaman legalisasi Kepala Kantor Imigrasi. Tdk perlu khawatir apabila akan ke Luar Negeri, termasuk UMROH & HAJI.
Paspor model lama masih tetap berlaku dgn secara bertahap akan ditarik apabila telah habis masa berlaku.
Paspor model baru mengikuti standard ICAO yg diberlakukan dan diikuti oleh paspor²  negara²  di seluruh dunia paling lambat th 2015.
Penuh dgn security fiture yg bisa dilihat kasat mata maupun dgn bantuan alat dan dpt dibaca "Machine Readable Passport" yg terpasang di tempat²  pemeriksaan imigrasi pada negara yg akan dikunjungi.
Tolong pemberitahuan ini disebarluaskan kpd seluruh handai taulan, juga teman utk menghindari ekses.
Misal : penipuan, percaloan juga perbuatan oknum yg tdk bertanggung jawab mengingat konsumen Paspor terdiri dari seluruh lapisan masyarakat & usia dari mulai tenaga kerja yg rentan menjadi obyek penipuan dan orang2  yg kurang mendapatkan informasi tentang paspor.
Secara perlahan akhir tahun ini percaloan akan otomatis hilang krn permohonan akan diproses melalui system berdasarkan no antrian elektronik dan SEHARI JADI.
System akan on line dgn BNI dan pembayaran dilakukan disana.
TIDAK ada lalu lintas uang lagi di Kantor Imigrasi.
Uji coba sekarang sedang dilakukan di Kantor Imigrasi Jakarta Barat dan jakarta Pusat, Pelayanan sehari jadi.
Silahkan kunjungi kedua kantor itu.
Daftar online dulu di :https://onlinedpri.imigrasi.go.id/Bawa KTP, Passport lama, Surat lahir dan KK.
Foto disana, fotocopy juga disana saja, krn copy ada size khusus.
Biaya Rp. 255.000,--
Sehari selesai !
Semoga Bermanfaat.

21 July 2015

Cerita Dewasa

Intermezo : Khusus Dewasa :

Cerita pendek pasca lebaran :

Istri : "Papa sayang...mumpung si Tum belum balik dari mudik...
Kita nyoba posisi baru yuuk.."

Suami : "Sapa takut...
boleh boleh...mama pengen posisi yg kayak gimana ?"

Istri : "Mama pengen banget nyoba posisi selonjoran di sofa, sambil nonton TV".

Suami : "Mantabs...terus papa ngapain ?"

Istri : "Papa nyuci, nyetrika, nyapu, sama ngepel...!".

19 July 2015

Cak Nun Saya Anti Demokrasi

SAYA ANTI DEMOKRASI

Oleh: Emha Ainun Nadjib

Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentangUmmat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Qurandan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”

Lho kok Arab bukan etnis? Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap c gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

“Al-Islamu mahjubun bil-muslimin“. Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

13 July 2015

Cak Nun Bertapa Dalam Keramaian

" BERTAPA DALAM KERAMAIAN " 
..TOPO NGRAME..

Mr: Assalamu alaikum Cak…
Cn: Wa alaikum salam Warahmatullah wabarakatuh

Mr: Mohon maaf Cak Nun, di usia panjenengan yang tergolong sepuh ini, apa ada rahasianya sehingga tetap energik berkeliling kota bahkan lintas Negara?
Cn: Jelas ada. Saya ini berusaha tidak akan makan kalau tidak lapar dan tidak akan makan makanan satu piring walaupun saya bisa makan satu piring penuh. Maka saya prihatin sebenarnya dengan kru muda Kiai Kanjeng dan umumnya anak-anak muda bangsa ini sekarang yang mudah kena flu dan gampang sakit-sakitan kalau di tren. Dan saya salalu memelihara ketenangan batin dengan menghadirkan Allah dan Rasulullah dalam diri, karena itulah energi yang hebat. Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah walaupun hanya tidur satu jam sehari tidak pernah sakit-sakitan.

Mr: Caranya Cak?
Cn: Jangan banyak bicara jika tidak perlu. Selalu berdzikrullah kemanapun dan di manapun dari lubuk hati serta membaca shalawat kepada baginda Nabi Muhammad saw. Ketika menghadirkan Allah dalam dirimu, maka kamu akan tenang. Ketika menghadirkan rasulullah, dirimu akan menjadi tentram. Itu semua sudah janji Allah di al-Qur’an.

Mr: Walaupun di tengah keramaian?
Cn: Nah inilah fungsinya topo ngrame. Yaitu mampu menghadirkan Allah walaupun dalam keadaan seramai apapun. Kalau sudah bisa berdzikrullah dalam keramaian, kamu akan mempunyai kekuatan energi. Tapi, kalau sudah bisa jangan pernah sombong.

Mr: Energi apa yang panjenengan maksud?
Cn: Ya energi dari Allah yang diberikan kepada orang-orang dahulu sebelum kita. Mereka mampu menghidupkan listrik rumah-rumah warga satu desa dengan kekuatan energi yang mereka miliki tanpa menggunakan skakel atau remote control. Di sinilah kebersihan dan kejernihan hati dipertaruhkan, dan kita ini kalah jauh dibandingkan mereka. Nah, karena sekarang kesucian jiwa tidak menjadi ukuran, maka orang-orang yang berbuat kotor pun tetap bisa memperoleh gelar-gelar tertentu. Kalau ada seorang yang mau mendapatkan gelar doctor, kemudian dua jam sebelumnya dia berzina dengan perempuan dan tidak ketahuan. Dia tetap saja akan mendapatkan gelar itu. Sedangkan dulu tidak seperti itu. Inilah yang saya katakan kekuatan manusia semakin menurun.

Mr: Sejarah seperti itu, bisakah terulang?
Cn: Sangat-sangat bisa. Maka jangan gampang menuduh dulu kepada peserta The Master dengan mengatakan mereka menggunakan jin. Apa buktinya kalau mereka pakai jin?, Orang menuduh itu harus punya bukti. Justru sebaliknya, kita sebagai orang beriman harus mengambil pelajaran dan berprasangka baik, bahwa energi diri yang dikelola dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Cuma, saya nggak setuju kalau punya kekuatan saja kok dimasukkan TV. Mau bedah rumah dimasukkan TV. Kalau kamu mau memperbaiki rumah tetanggamu, lebih baik ya diam-diam saja. Sekali lagi, semua bisa asalkan mau membersihkan jiwanya.

Mr: Cara untuk menuju ke arah sana Cak?
Mr: Tinggalkan segala bentuk suplemen, yaitu segala sesuatu yang diluar Allah. Karena hal itu membuat kita kerdil, lemah, loyo dan kehilangan energi diri yang telah dianugerahkan oleh Allah. Orang yang biasa menggunakan suplemen berarti lemah tauhidnya karena biasa mengandalkan selain Allah. Maka bisa kamu lihat, kehidupan kebanyakan manusia akhir-akhir ini yang telah menggunakan suplemen, penyakitnya justru macam-macam. Kalau media mau mengekspose, banyak sekali orang mati gara-gara suplemen. Sayang jarang sekali yang mau mengekspose.

Mr: Kalau soal tidur satu jam bagaikan semalam?
Cn: Kalau kamu sudah bisa menjadi khalifah atas diri kamu sendiri. Kamu sudah bisa menekan nafsumu dengan baik, maka sama saja makan sedikit dengan makan banyak. Sama saja sedikit tidur dengan banyak tidur. Saya sudah mengikhlaskan diri saya untuk Allah. Semua saya serahkan kepada Allah. Jadi ya tidak ada beban, karena sudah terserah Allah.

Mr: Jadi kita tetap harus berdoa kepada Allah?
Cn: Ya, namun jangan mengartikan doa itu meminta, tetapi menyapa. Contohnya, kalau kamu sering menyapa dan baik dengan saya, walaupun kamu tanpa meminta, kalau saya punya apa-apa pasti kamu saya beri. Tetapi kalau kamu tidak pernah menyapa saya, lalu kamu selalu meminta terus kepada saya. Kamu tidak akan saya hiraukan. Kata dasar doa adalah da’aa- yad’uu. Artinya menyapa.

Mr: Mengenai pentas, apa yang Cak Nun inginkan dengan adanya pementasan-pementasan?
Cn: Yang saya inginkan hanyalah menguatkan persaudaraan dan kedekatan dengan sesama manusia. Bagi saya, sama saja yang datang dalam acara-acara pementasan ini satu orang maupun jutaan orang, yang penting terjadi adanya hubungan persaudaraan.

Mr: Matur Suwun Cak Nun
Cn: Sama-sama.

Oleh Tumenggung Arif Khunaifi

10 July 2015

Janda Cantik di hantui suami

Ada seorang istri yang cantik dan seksi, baru di tinggal mati suaminya. Lalu suaminya ini mati jadi hantu. Malam harinya, arwah suaminya balik ke rumah mandatangi istrinya...
Suami : Tok! Tok! Tok! Tok! Assallamu'alaikum???
Istri : "Siapa di luar???!!"
Suami : "Nih aku.. suamimu..."
Istri : "Aihh..kenapa Kamu balik, kan sudah mati??!!"
Suami : "Ada yang mau aku sampaikan..!"
Istri : "Gak usah ketemu aku lagi! Sudah mati ya mati aja.. jangan ganggu-ganggu aku lagi!!"
Suami : "Penting please..."
Istri : "Gak ah.. kamu udah mati, aku takut..."
Suami : "Sebentar aja, paling cuma 2 menit doang..."
Lalu si istri buka pintu... dan suaminya berkata, "CIE...CIE... CIE... JANDA NI YEEE!!!"
Istri : "Hantu Gilaaa Loooooo..." hikz hikz hikz (Nangis air mata naga)
hahahahaha, silahkan share ya kawan2...:-):-)

09 July 2015

Kisah nyata di masjid at ta'awun Cisarua Bogor.

Kisah nyata di masjid at ta'awun Cisarua Bogor.

Cerita ini nyata yang mengisahkan dua sahabat yg terpisah cukup lama; Ahmad dan Zaenal. Ahmad ini pintar sekali. Cerdas. Tapi dikisahkan kurang beruntung secara ekonomi. Sedangkan Zaenal adalah sahabat yg biasa2 saja. Namun keadaan orang tuanya mendukung karir dan masa depan Zaenal.
Setelah terpisah cukup lama, keduanya bertemu. Bertemu di tempat yg istimewa; di koridor wudhu, koridor toilet sebuah masjid megah dengan arsitektur yg cantik, yg memiliki view pegunungan dengan kebun teh yg terhampar hijau di bawahnya. Mesjid tersebut adalah mesjid At-Ta’awun yang berada di puncak Bogor.
Adalah Zaenal, sudah menjelma menjadi seorang manager kelas menengah. Necis. Parlente. Tapi tetap menjaga kesalehannya.
Ia punya kebiasaan. Setiap keluar kota, ia sempatkan singgah di masjid di kota yg ia singgahi. Untuk memperbaharui wudhu, dan sujud syukur. Syukur-syukur masih dapat waktu yg diperbolehkan shalat sunnah, maka ia shalat sunnah juga sebagai tambahan.
Seperti biasa, ia tiba di Puncak Pas, Bogor. Ia mencari masjid. Ia pinggirkan mobilnya, dan bergegas masuk ke masjid yg ia temukan.
Di sanalah ia menemukan Ahmad. Cukup terperangah Zaenal ini. Ia tahu sahabatnya ini meski berasal dari keluarga tak punya, tapi pintarnya minta ampun.
Zaenal tidak menyangka bila berpuluh tahun kemudian ia menemukan Ahmad sebagai merbot masjid..!
“Maaf,” katanya menegor sang merbot. “Kamu Ahmad kan? Ahmad kawan SMP saya dulu?”.
Yang ditegor tidak kalah mengenali. Lalu keduanya berpelukan, Ahmad berucap
“Keren sekali Kamu ya Mas… Manteb…”. Zaenal terlihat masih dlm keadaan memakai dasi. Lengan yg digulungnya untuk persiapan wudhu, menyebabkan jam bermerknya terlihat oleh Ahmad. “Ah, biasa saja…”.
Zaenal menaruh iba. Ahmad dilihatnya sedang memegang kain pel. Khas merbot sekali. Celana digulung, dan peci didongakkan sehingga jidatnya yg lebar terlihat jelas.
“Mad… Ini kartu nama saya…”.
Ahmad melihat. “Manager Area…”. Wuah, bener-bener keren.”
“Mad, nanti habis saya shalat, kita ngobrol ya. Maaf, kalau kamu berminat, di kantor saya ada pekerjaan yang lebih baik dari sekedar merbot di masjid ini. Maaf…”.
Ahmad tersenyum. Ia mengangguk. “Terima kasih ya… Nanti kita ngobrol. Selesaikan saja dulu shalatnya. Saya pun menyelesaikan pekerjaan bersih2 dulu… Silahkan ya. Yang nyaman”.
Sambil wudhu, Zaenal tidak habis pikir. Mengapa Ahmad yg pintar, kemudian harus terlempar darik kehidupan normal. Ya, meskipun tidak ada yang salah dengan pekerjaan sebagai merbot, tapi merbot… ah, pikirannya tidak mampu membenarkan.
Zaenal menyesalkan kondisi negerinya ini yg tidak berpihak kepada orang-orang yang sebenarnya memiliki talenta dan kecerdasan, namun miskin.
Air wudhu membasahi wajahnya…
Sekali lagi Zaenal melewati Ahmad yang sedang bersih-bersih. Andai saja Ahmad mengerjakan pekerjaannya ini di perkantoran, maka sebutannya bukan merbot. Melainkan “office boy”.
Tanpa sadar, ada yang shalat di belakang Zaenal. Sama-sama shalat sunnah sepertinya.
Setelah menyelesaikan shalatnya Zaenal sempat melirik. “Barangkali ini kawannya Ahmad…”, gumamnya.
Zaenal menyelesaikan doanya secara singkat. Ia ingin segera bicara dengan Ahmad.
“Pak,” tiba2 anak muda yg shalat di belakangnya menegur.
“Iya Mas..?”
“Pak, Bapak kenal emangnya sama bapak Insinyur Haji Ahmad…?”
“Insinyur Haji Ahmad…?”
“Ya, insinyur Haji Ahmad…”
“Insinyur Haji Ahmad yang mana…?”
“Itu, yang barusan ngobrol sama Bapak…”
“Oh… Ahmad… Iya. Kenal. Kawan saya dulu di SMP. Emangnya udah haji dia?”
“Dari dulu udah haji Pak. Dari sebelum beliau bangun ini masjid…”.
Kalimat itu begitu datar. Tapi cukup menampar hatinya Zaenal… Dari dulu sudah haji… Dari sebelum beliau bangun masjid ini…
Anak muda ini kemudian menambahkan, “Beliau orang hebat Pak. Tawadhu’. Saya lah yg merbot asli masjid ini. Saya karyawannya beliau. Beliau yang bangun masjid ini Pak. Di atas tanah wakafnya sendiri. Beliau biayai sendiri pembangunan masjid indah ini, sebagai masjid transit mereka yg mau shalat. Bapak lihat hotel indah di sebelah sana? … Itu semua milik beliau… Tapi beliau lebih suka menghabiskan waktunya di sini. Bahkan salah satu kesukaannya, aneh. Yaitu senangnya menggantikan posisi saya. Karena suara saya bagus, kadang saya disuruh mengaji saja dan azan…”.
Zaenal tertegun, entah apa yang ada di hati dan di pikiran Zaenal saat itu
*****
Ada pelajaran dari kisah pertemuan Zaenal dan Ahmad. Jika Ahmad itu adalah kita, mungkin begitu bertemu kawan lama yang sedang melihat kita membersihkan toilet, segera kita beritahu posisi kita yang sebenarnya.
Dan jika kemudian kawan lama kita ini menyangka kita merbot masjid, maka kita akan menyangkal dan kemudian menjelaskan secara detail begini dan begitu. Sehingga tahulah kawan kita bahwa kita inilah pewakaf dan yang membangun masjid ini.
Tapi kita bukan Haji Ahmad. Dan Haji Ahmad bukannya kita. Semoga ia selamat dari rusaknya nilai amal, sebab ia tetap tenang dan tidak risih dengan penilaian manusia. Haji Ahmad merasa tidak perlu menjelaskan apa-apa. Dan kemudian Allah yg memberitahu siapa dia sebenarnya…
“Al mukhlishu, man yaktumu hasanaatihi kamaa yaktumu sayyi-aatihi” Orang yang ikhlas itu adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, seperti ia menyembunyikan keburukan-keburukan dirinya.[Ya’qub YahimaHullah, dalam kitab Tazkiyatun Nafs] sumber: fb Farisi Rakhman

Sumber: BC WA